Sabtu, 07 Maret 2020

Pentingnya Peran Serat Untuk Tumbuh Kembang Anak

Apakah pola BAB si Kecil sudah benar? Area pencernaan ini merupakan PR terberat kita sebagai Ibu ya Moms. Apalagi ketika si Kecil sudah menginjak usia Toddler, semakin besar malah semakin picky. Kalau kata Dokter, kesalahan tetap pada orang tuanya. Kenapa si Kecil tidak mau makan makanan tertentu. Nah nah nahhh 😭

Pentingnya Serat untuk Si Kecil

Kesehatan si kecil bisa dilihat dari kesehatan pencernaannya. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan pencernaan adalah dengan memberikan makanan cukup serat pada si kecil. Mengapa serat? Sebab serat mampu menjaga perut si kecil terus ‘bergerak’. Makanan kaya serat juga terbukti membantu si kecil merasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah lebih stabil, dan membantu si kecil berkonsentrasi lebih lama.

Selain manfaat-manfaat di atas, serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menghindari risiko si kecil terkena konstipasi. Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya. 

Bahkan serat juga dapat mencegah terjadinya infeksi saluran pencernaan atau peradangan usus yang bisa menimbulkan rasa sakit pada perut. Karena itu,  asupan serat yang cukup akan mendukung pertumbuhan si kecil.

Jumlah Serat yang Dibutuhkan Anak

Kebutuhan serat harian anak adalah 16gr/hari. Jika dibandingkan dengan sayuran, setara dengan 2kg wortel rebus. Kebayang ga sih anak - anak bakal nolak semua wortel - wortel ini? ya pasti! Menurut data yang diperoleh, 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat. Rata - rata konsumsi serat anak di Jakarta hanya 4,7gr per hari. Dan tahu kah Moms? faktanya 1 dari 3 anak memiliki resiko konstipasi!

Sebelum itu terjadi, baiknya kita memantau terus kecukupan serat si Kecil. PR lainnya adalah, bagaimana cara kita untuk memantau kebutuhan serat harian si Kecil? Oleh karena itu, Bebelac menghadirkan situs baru agar orang tua dapat dengan mudah mengontrol kebutuhan serat si Kecil. Situs ini diberi nama "Fibre 'O Meter" yang baru saja launching pada tanggal 4 Maret 2020 lalu.




Apa itu Fibre O Meter?

Acara dibuka oleh Bapak Ari Mujahidin, Cororate Communication Director Danone Indonesia. Bapak Ari menuturkan, "Terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dan seterusnya merupakan kunci tumbuh kembang anak yang optimal. Salah satu faktor penting yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah cara menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil yang dapat berpengaruh pada penyerapan nutrisinya. Kali ini Bicara Gizi membahas hasil penelitian terbaru mengenai pengaruh serat terhadap kesehatan saluran cerna anak, sehingga orang tua perlu mencermati pemenuhan kebutuhan serat harian anak.", imbuhnya.




Selanjutnya, senang sekali rasanya bisa hadir di acara ini, karena dihadiri oleh Prof. dr. Badriul Hegar Ph.D, Sp.A(K) sebagai Nara Sumber di acara tersebut. Beliau adalah Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Gastrohepatologi. Prof. Hegar menjelaskan bahwa asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu menguragi gejala gangguan buang air besar. "Ini terjadi karena serat dapat membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume dan melunakkan konsistensi feses, mempercepat pembuangan sisa makanandari usus besar, sehingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.", kata Prof. Hegar.





Prof. Hegar melanjutkan, "Seorang anak dapat dikatakan memiliki konstipasi apabila terjadi gangguan pada pola BAB yaitu frekuensi defekasi yang jarang dengan konsistensi feses yang keras, serta beberapa gejala klinis lainnya. Kondisi ini tidak dapat diremehkan karena terganggunya kesehatan anak di masa depan. Untuk itu, orang tua perlu mencermati kesehatan saluran pencernaan anak antara lain, salah satunya dengan memperhatikan kecukupan konsumsi serat harian si Kecil."

Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh pasangan selebriti Tarra Budiman dan Gya Sadiqah, yang berbagi pengalaman mereka karena sang anak pernah mengalami masalah pencernaan. "Sebagai orang tua, kami sering khawatir apabila Kalea mengalami gangguan pada pola BAB. Dengan mengikuti acara ini, kami baru sadar kalau ternyata menu makanan seperti asupan serat, dapat mempengaruhi kesehatan saluran cernanya. Tantangan bagi orang tua seperti kami adalah sering kali kesulitan untuk mengetahui apakah Kaleasudah mengkonsumsi serat yang cukup."

Oleh karena itu, Danone Specialized Nutrition Indonesia meluncurkan inovasi terbaru yaitu fitur Fibre O Meter pada kanal Bebeclub, Moms bisa klik langsung link yang di bawah ini yah. Fitur ini dapat digunakan orang tua untuk menghitung dan memastikan asupan serat harian anak teleh terpenuhi apa belum. 




Dan pasangan selebriti Tarra dan Gya langsung mencobanya, ternyata makanan harian Kalea masih jauh dari kebutuhan serat hariannya. Hasilnya menunjukkan angka 7. Bagaimana saya yaa yang jelas - jelas selalu mengikuti kemauan anak 😰

Acara ditutupi oleh sambutan dari Desytha Utami, External Communications Manager for Specialized Nutrition Danone Indonesia. Ibu Desytha menyampaikan, "Orang Tua dapat secara aktif memantau kecukupan serat harian anak dengan mudah melalui fitur Fibre O Meter ini. Dengan cara memaasukkan riwayat menu makanan dan minuman yang telah dikonsumsi si Kecil dalam satu har, Fibre O Meter akan membantu memberikan gambaran akan pemenuhan serat si Kecil dan mendeteksi apakah anak mengalami kekurangan serat." imbuhnya.




Agar si kecil mengonsumsi serat dalam jumlah cukup, saya mendapatkan kesimpulannya sebagai berikut, meyiasati dengan cara menawarkan buah dan sayur setiap kali makan. Konsumsi buah idealnya 2-3 porsi sehari, dan sayur 3-5 porsi sehari. Bila si kecil merasa bosan dengan bentuk utuh buah, berikan buah dalam bentuk lain, misalnya jus atau smoothies. Gunakan roti gandum untuk membuat sandwich atau roti panggang favoritnya. Tambahkan kismis dalam puding atau kacang dalam biskuitnya. Selain itu, Ibu bisa membawakan bekal sekolah berupa buah potong yang segar. Sajikan beberapa buah dengan warna yang berbeda. Warna yang menarik akan meningkatkan selera makan anak.

Well Moms, yukk perhatikan kembali asupan serat si Kecil. Mari kita sama - sama berjuang agar tumbuh kembang anak - anak tercinta kita optimal.


Untuk info lebih lanjut, Moms bisa kunjungi link di bawah ini yah :






2 komentar:

  1. Bener banget nih mba, semenjak revan sering konsumsi buah & sayur BAB lancar gak pernah sembelit lagi

    BalasHapus

Postingan Populer