Selasa, 13 Agustus 2019

Perjalanan Panjang Memilih Skincare Berakhir Dengan Tes DNA

Assalamu'alaikum Momsis,

Mau menyapa teman - teman semua, khususnya teman - teman yang sudah lama mengenalku. Kangen ga sih? haha. Sebelum kita membahas tentang perjalanan panjangku memilih skincare hingga akhirnya mengenal Test DNA ini, siapa nih yang dulu pernah diminta untuk menemaniku perawatan kulit? Duh kalian benar - benar teman terrrrrbaik!




Awal Mula Jerawatan dan Mengenal Skincare!

Masalah terburukku tentang kulit terutama wajah berawal pada tahun 2006! Saat itu saya baru saja mendaftarkan diri ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Seminggu OSPEK berjalan dengan baik, namun setiap harinya berkegiatan di luar ruangan. Ya namanya OSPEK pasti ga ada enaknya, disuruh berbaris, gerak jalan, upacara, membersihkan sekolah, dan lain - lain. Dimana aktifitas ini membuat tubuh berkeringat lebih banyak dari biasanya.

Dan di satu hari saat bangun pagi (saat sekolah sudah aktif seperti biasanya dimana untuk pertama kalinya bertemu kakak kelas yang lainnya), wajah saya kok terasa sakit dan ada benjolan di beberapa area wajah? Langsung melihat ke cermin, fixed ini JERAWAAAATTT!!!, "Mamaaaaaaaaaa", teriakku spontan saat itu. Rasanya mau pingsan. Sebelumnya sama sekali tidak pernah jerawatan. Bayangkan, ini adalah hari pertama masuk sekolah, bertemu kakak kelas lainnya, dan saya salah satu siswa baru yang ditugaskan untuk mengibarkan bendera! Mau meliburkan diri? GA BISA! Emang jerawat bisa sembuh dalam waktu satu hari? Dan saya merupakan tipikal yang selalu memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah, meskipun sakit atau ada halangan lainnya, tetap  masuk sekolah. 😍😂

Terus selanjutnya bagaimana? Ya tetap masuk, meskipun wajah merah kayak tomat plus bonus benjolan sana - sini yang hampir memenuhi seluruh wajah. Spontan teman - teman yang pernah bertemu menjadi kaget. Dan semenjak hari itu saya resmi mendapat gelar "PEJABAT" yang artinya PErempuan JerAwat BATu. Astaghfirullah, dunia rasanya mau runtuh.

Hari - hari terus berjalan, jerawatpun tak kunjung sembuh, saya mengambil solusi untuk tutup kuping dan fokus belajar selama 3 tahun. Saat itu saya tidak mau merepotkan orang tua dengan biaya perawatan kulit yang mahal. Dengan uang jajan yang pas - pasan saya memilih rajin ke warnet sambil mengerjakan tugas, googling sana - sini untuk belajar tentang perawatan wajah yang berjerawat dengan menggunakan bahan alami yang mudah didapat (boro - boro beli skincare yah, wkwkwk) Namun hasilnya NIHIL.

Eh tetapiiii, jerawat - jerawatan gini banyak yang ngantri loh, hahha. Salah satunya si Biun (Abinya anak - anak). Meskipun jerawatan, prestasi tetap menjadi target no. 1 yah. Jadi bisa deh pilih - pilih cowo, #ehhhhhhhh. 😝. Kepincut sama Abinya anak - anak karena cowo terTEGAR, terSABAR, dan terROMANTIS. Sampai menciptakan lagu khusus loh buatku, haha. Insya Allah juga yang terBAIK untuk anak - anak. Aamiin.


Foto Jarak Jauh - 2009



Foto Jarak Dekat (Selfie) - 2010




Back to topic, akhirnya saya tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), dan langsung mendapatkan penawaran untuk bekerja di salah satu perusahan swasta yang sedang naik daun saat itu. Penawaran tersebut saya ambil, sambil bekerja saya pun lanjut kuliah. Alhamdulillah, masih ada sisa gaji untuk bisa melakukan perawatan kulit. Disinilah saya mengenal Skincare untuk pertama kalinya. Sayangnya, hingga beberapa bulan terakhir, saya belum menemukan yang pas. Dan berikut kisahnya ;

  1. Banyaknya Waktu Tebuang Sia - sia (Time Spent). Bayangkan, dari tahun 2009 (saat tamat SMA) saya sudah mengenal Skincare dan masih berlanjut hingga beberapa bulan terakhir. Andaikan ada perawatan mudah yah yang tidak membuang banyak waktu, apalagi sekarang sudah punya dua anak, huhuuu. Me Time saja jarang - jarang. 😫
  2. Trial & Error. Dari tahun 2009 saya sudah mencoba perawatan kulit di beberapa klinik kecantikan. Pindah sana sini dengan berbagai treatment, hasilnya tetap NIHIL. Wajah berminyak, pakai produk A tapi kok kulit jadi kering banget. Lalu jerawat malah tambah banyak, OH NO 😭
  3. Biaya yang Keluar Tidak Sedikit! Ga bisa diutarakan deh kalau soal ini. Andaikan pada waktu pertama kali kenal Skincare sudah rajin mengumpulkan struk, rasanya sedihhhhhhh. Uang yang keluar tidak sedikit, namun hasilnya tetap NIHIL. Tak jarang selalu merasa bersalah dan berfikiran, "Andaikan uangnya dikumpul lalu dialihkan ke yang lain. Mungkin bisa buat beli ini itu, liburan kesana kemari, dan masih banyak yang bisa dilakukan dari uang yang sudah dihabiskan selama bertahun - tahun namun tak berbekas." 😭

Polusi Memperburuk Masalah Kulit

Hmmmm, selama ini jerawat akan menjadi lebih banyak kalau saya sering beraktifitas di luar rumah. Kulit merupakan bagian organ tubuh yang paling luar yang bekerja selama 24/7 dan yang paling rentan pula terpapar oleh faktor eksternal seperti matahari dan polusi. Ditambah lagi sekarang profesiku sebagai seorang freelancer, berbeda dengan yang dulu selalu di dalam ruangan. Polusi, paparan sinar matahari, kondisi cuaca yang tidak menentu merupakan ujian terbesar saat ini. Ini lah yang membuat kondisi kulitku berubah - ubah. Ga bisa dihindari juga sih, karena ga selamanya bisa naik mobil, keseringan naik ojek online karena lebih cepat sampai. Merasa bersalah? Pasti!!!! "Ada ga sih alat ajaib yang bisa memahami kulitku setiap saat?" celetuk dalam hati.




Akhirnya Mengenal Tes DNA

dr. Leslie Baumann (seorang peneliti dan ahli kecantikan di Amerika) menyampaikan, "Jenis kulit sesungguhnya dibagi berdasarkan 4 kategori dasar, yaitu : Level Sebum, Sensitifitas, Pigmentasi, dan Elastisitas. Dari 4 kategori dasar inilah, kita akan mendapatkan 16 jenis kondisi kulit yang berbeda." Jika kita sudah mengenali kulit kita, maka dengan mudah kita menyiapkan apa yang dibutuhkan kulit, sehingga hasilnya maksimal.

Pada akhirnya saya mengenal Tes DNA, yang rasanya ini sangat masuk di akal. Wajah bukan tempat uji coba ya Momsis, karena ini merupakan investasi yang diberikan Allah kepada kita. Merawatnya merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dari apa yang sudah dianugerahkanNya.

Dan senangnya lagi, Tes DNA ini sudah bisa dilakukan di rumah loh tanpa harus datang ke laboratorium. Test ini tetap mendapatkan hasil yang akurat untuk mengetahui karakter genetik kulit kita. Hasil Tes DNA bisa mengungkapkan potensi, risiko dan kebutuhan unik setiap pribadi yang berkaitan dengan banyak hal seperti : suplemen, nutrisi hingga perawatan kulit yang sesuai, hingga banyak hal lainnya. Jadi kita ga akan salah jalan jikalau kulit sedang bermasalah. Karena salah satu manfaat dari pengecekan DNA adalah menjawab kebutuhan spesifik dan kondisi kulit kita yang sebenarnya.

Pengecekan DNA kulit bisa memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas kolagen, elastisitas kulit, pigmentasi kulit, dan sebagainya. Nah ternyata, Tes DNA ini sudah umum lho dilakukan di negara - negara maju untuk mengenal jenis kulit mereka dan solusi perawatannya. 

Hasil Survey JakPat.net Mengenai Tes DNA

Just for your information Momsis, Mengenai Tes DNA ini JakPat.net juga sudah melakukan survey pada tanggal 5-10 July 2019 lalu dengan 537 responden. Hasilnya adalah ;

  1. Dalam konteks penggunaan produk perawatan wajah, hanya 15% responden yang mengatakan bahwa kinerja produk yang mereka gunakan, sesuai dengan harapan. Sisanya mengatakan bahwa mereka masih menderita masalah yang mengganggu seperti jerawat, iritasi, kulit kering, kulit berminyak, dan lainnya. 30% Responden juga merasa belum puas dengan kondisi kulit mereka saat ini, kendati telah menggunakan berbagai macam produk perawatan. Hasil riset lainnya menunjukkan bahwa para responden sudah selektif dalam mencoba produk perawatan kulit, untuk mencegah terjadinya masalah kulit dan menghindari terbuangnya uang dan waktu dengan sia-sia. 
  2. Dalam konteks menemukan produk perawatan yang tepat, 50% responden setuju untuk memeriksakan kondisi kulit mereka dan secara umum memilih untuk pergi ke dokter kulit atau dermatolog. 
  3. Dalam konteks skin DNA treatment, kecenderungan responden untuk percaya akan hasil tes DNA kulit, mencapai 85%. Selain itu persentase minat responden untuk mencoba perawatan kulit dengan teknologi tinggi (hi-tech) mencapai 90%.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, teknologi tes DNA secara global telah memberikan manfaat bagi individu yang ingin memahami kondisi kulit mereka dengan mudah. Teknologi Tes DNA bisa menjadi solusi terbaik karena Tes DNA dapat menjelaskan kondisi dan kebutuhan spesifik kulit konsumen yang sesuai dengan hasil Tes DNA tersebut.


Informasi jelas mengenai Tes DNA ini bisa ditemukan di



Setelah Punya Dua Anak - 2019
Ada bekas jerawat lama, mulai muncul flek hitam dan terkadang masih muncul jerawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer